Monday, August 20, 2012

Howto : Membuat Ketupat Lebaran

Untuk semuanya,
Selamat Idul Fitri 1433H,
Mohon maaf lahir dan batin
Semoga Allah mengampuni dosa kita semua, daan
Semoga kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.
Aamiin.

Lebaran alias Idul Fitri pasti nggak lepas dari acara 1. Makan-makan, 2. Silaturahim, 3. Maaf-maafan. (tingkat kepentingan berurutan sesuai nomor. Hihihi). Seperti biasanya, blog ini kan nggak jauh-jauh dari makanan dan jalan-jalan. Jadi saya mau sedikit share tentang cara membuat makanan yang juga ngga jauh-jauh dari kekhasan Lebaran. KETUPAT.

Membuat ketupat, opor dan kawan-kawannya nggak mungkin nggak dibikin di keluarga saya. Pokoknya, sedari h-2 dua orang chef terkemuka di rumah (baca : Ibu dan saya) sudah mempersiapkan untuk acara masak-memasak. Hal pertama yang kami lakukan adalah -->; memetik janur. Di rumah kami banyak pohon kelapa. (mbatin, ngitung dalam hati, 1,2,3, ooh, ternyata total ada lima pohon kelapa). Tinggal minta tetangga yang nggak phobia ketinggian untuk memanjat dan mengambil setandan janur dari ujung pohon. Selesai, dan janur-janur itu siap untuk dibentuk ketupat.


Sebenarnya ada beberapa aliran ketupat yang keluarga saya anut. Ada ketupat plastik, ketupat sumpil yang dibungkus dengan daun bambu, lontong yang dibungkus daun pisang, dan ketupat janur. Mungkin lontong dan ketupat janur sudah pada tahu ya. Tapi ketupat sumpil? Ketupat itu dibuat dari beras biasa yang dibungkus daun bambu. Bentuknya segi tiga. Lain kali deh, saya ulas mengenai ketupat sumpil di blog ini. Hehe. 
Baiklah, kembali ke topik utama, ketupat lebaran alias ketupat yang dibuat dari janur.
Gimana sih, cara membuat ketupat janur? Jawabannya adalah : susah menuliskannya dengan kata-kata. Bagi saya, membuat ketupat sama halnya dengan kesenian origami. Memiliki tingkat kerumitan dan keindahan yang tinggi. Betapa tidak, proses penguntaian helaian janur dan pohon kelapa itu harus dilakukan bertahap dan serapi mungkin. Bentuk ketupat yang dihasilkan harus menutup isinya. Jika ada lubang di antara sesela janur, harus segera disusutkan dan dirapikan. Here we go :

1. Ikat janur di kedua tangan, 2. Masuk-masukkan untaian janur, 3. Untaian telah jadi. 4. Dirapikan/disusutkan.

Ketupat diisi dengan beras.
Setelah selongsong ketupat jadi, berikutnya adalah mengisinya dengan beras sebanyak separuh. Kenapa separuh? Karena ketika direbus, beras tersebut akan mengembang memenuhi selongsong ketupat. Kami membuat sekitar sekodian ketupat. Banyak sedikit nggak apa, karena ketupat janur ini awet lho. Bisa dikonsumsi hingga tiga hari berikutnya. Biasanya hari kesatu : dimakan sama opor. hari kedua : dimakan sama bakso, hari ketiga : dibuat ketupat goreng. 
Ketupat goreng ini cara membuatnya sama seperti membuat mendoan goreng. Campur bumbu garam, bawang, ketumbar dengan terigu dan air, aduk. Campurkan dengan irisan daun bawang muncang seledri. Celup potongan ketupat ke adonan itu, goreng. Dimakan hangat-hangat dan crunchy. Huum, Yummy.

Ini namanya pawon/tungku
Untuk mebuat ketupat lebaran, kami sengaja merebusnya dengan pawon/tungku kayu bakar. Karena rumah saya di desa (it means, bener-bener ndesa. Mbacanya "a", bukan ndeso "o", karena saya ini ngapak. Hehehe), jadi kayu bakar masih mudah ditemui. Hampir semua rumah tangga di sini, semodern apapun, pasti mempunyai pawon kayu bakar di dapurnya. Meski pawon ini jarang kami pakai (lebih suka yang praktis pakai klik-cuss alias kompor gas), tapi pawon legendaris ini tetap kami pelihara dan pakai sewaktu-waktu dibutuhkan.
Di antarnya untuk merebus ketupat, mendidihkan air, membakar pisang atau sekadar membarakan singkong. Rasanya hasil masakan yang dimasak dengan pawon ini, yummm, jauuuh lebih enak dibanding masak dengan kompor gas biasa. Percaya deh. Termasuk merebus ketupat ini. Kata Ibu saya, hasil rebusan ketupat yang dibuat dengan pawon dibanding kompor biasa itu hasilnya lebih harum dan lebih awet.

Ketupat direbus.
Cara merebus ketupat sama simplenya. Didihkan air, celupkan ketupat yang sudah diisi beras, tunggu beberapa lama (sekitar tiga jam untuk mematangkan ketupat). Ohya, ini tips dari Ibu saya nih, supaya ketupat yang dihasilkan beraroma harum, tambahkan daun pandan dalam air rebusan. Ketupat yang dihasilnya aromanya wangiii dan lezat. Tenang saja, air pandan ini tidak membuat ketupatnya jadi berwarna hijau kok.

Setelah matang, ketupat diangkat dan ditiriskan dari sisa air yang masih ada. Biasanya ketupatnya kami gantung. Bisa di kursi, bisa di gantungan di dinding dapur, bisa di mana-mana. Di tali jemuran juga boleh. Hehehe.

Selagi menunggu ketupat tiris, persiapan membuat opor pun dilanjutkan. Hampir semalam kami bersiaga memasak dan menyiapkan makanan untuk Idul Fitri. Pengennya sih, ketika ibadah shalat Ied sudah tidak memikirkan makanan lagi. Nah, sepulang shalat dan silaturahim, baru deh, kami makan besar bersama-sama keluarga dengan opor ayam, kerupuk udang, ketupat, bawang goreng, dan lain-lain. Yummy.. :))

1 comment: